04/10/2016
[Oleh Ibnul Qayyim, surat Al-‘Ashr ini diambil pelajarannya sebagai berikut:]
Dalam surat Al-‘Ashr ini Allah SWT bersumpah bahwa semua orang senantiasa dalam kerugian kecuali:
1. Orang yang menyempurnakan kekuatan ilmiahnya dengan beriman,
2. Orang yang menyempurnakan kekuatan amalnya dengan mengerjakan amal shalih, dan
3. Orang yang menyempurnakan orang lainnya dengan memberi taushiyah atau nasihat dengan kebenaran dan bersabar di atas jalan kebenaran ini. .
[Selanjutnya, Ibnul Qayyim menjelaskan tentang apa itu kebenaran, maka ia berkata:]
Jadi, kebenaran itu adalah iman dan amal, sedangkan iman dan amal tidak bisa sempurna kecuali dengan bersabar di atas keimanan dan amal, dan juga dengan saling berwasiat dengan keduanya.
Oleh karena inilah, sudah semestinya jika manusia menghabiskan banyak waktu dari umurnya, bahkan nafas-nafasnya di jalan yang dengannya ia dapat meraih nilai-nilai tinggi dan menyelamatkan dirinya dari kerugian yang nyata.
Dan hal ini tidak dapat terjadi kecuali dengan cara:
1. Kembali dan selalu melihat Al-Qur’an.
2. Berupaya memahaminya.
3. Melakukan tadabbur terhadapnya.
4. Menggali dan mengeluarkan isi gudangnya.
5. Memancing keluar hal-hal yang masih terpendam di dalamnya.
6. Memusatkan perhatian kepadanya, dan
7. Selalu membersamainya dengan penuh semangat kepadanya.
Sebab, kiat-kiat dan cara-cara inilah yang menjamin tergapainya berbagai kemaslahatan hamba di dunia dan akhirat, serta inilah jalan bagi mereka untuk mencapai jalan yang benar.
Sumber : http://musyafa.com/tadabbur-singkat-ibnul-qayyim-terhadap-surat-al-ashr/