16/04/2026
Hari ini, dirumah saja… menata buku sambil beresin beberapa karya yang nantinya akan dibawah ke perjalanan berikutnya. Asik menata buku, berhenti pada buku mas danny_rumbl dan mencoba untuk membacanya kembali perlahan. Mas dani adalah seorang grafitti artist dari Belanda dan masih memiliki darah Indonesia. Halaman demi halaman yang dia bahas mengenai resep-resep makanan asli Indonesia dia perkenalkan dengan baik disetiap lembarnya. Sedikit mengurangi kerinduan bertemu mereka, teman-teman yang baik dan saling bertukar budaya urban.
Dari sini, saya kembali merenung mengenai isu-isu yang sedang liar disosial media. Graffiti bisa segeneral ini kok orang masih kurang baik menyikapinya yaa… “kenapa tidak ada pertanyaan kenapa mereka seperti itu ya?” “Apa ya alasan mereka seperti itu ya?”
Membaca komentar dan umpatan-umpatan yang kurang pantas terbaca sangat jelas disetiap slidenya. Ditambah stigma “Buronan” dari dukunganakun-akun besar yang notabene kurang memiliki kredibilitas dalam menanggapi isu tersebut tanpa mempelajarinya sampai mana kota ini mendapat sorotan positif dari teman-teman luaran sana tanpa sorotan akun besar dari pertama Graffiti ada hingga sekarang.
Orang diatas seakan mengiyakan dan menggiring hal ini makin kesini makin kesana. Beberapa kali bertemu duduk bersamapun belum ada hasil yang pas dan kembali mengecewakan.
Kalau diingat lagi jauh kebelakang, kangen masa dimana mengumpulkan kawan-kawan di
Perkumpulan yang jujur antar negara yang dirindukan. Tanpa sorotan media besar, tanpa dukungan orang besar, hanya koneksi jujur dan menyenangkan. Bukan tidak mau bersinergi dengan mereka, tapi regulasi yang mbulet lempar kanan kiri itu yang cukup menyebalkan.
Love your city with your own way teman-teman! Jadi lebih baik untuk dirimu sendiri. Lainnya akan mengikuti 🫶🏼