Grc Krawangan

Grc Krawangan wa 081807063214, cetakan krawangan dari spon, grc krawangan, contoh krawangan masjid, krawangan masjid,

11/10/2025
GBC Hari ke-5: “The New Total Leader”🔥 Hari ke-5 Grounded Business Coaching (GBC) semakin membuka wawasan kami tentang b...
11/10/2025

GBC Hari ke-5: “The New Total Leader”

🔥 Hari ke-5 Grounded Business Coaching (GBC) semakin membuka wawasan kami tentang bagaimana menjadi pemimpin sejati — bukan hanya yang mengarahkan, tapi juga yang menginspirasi, memotivasi, dan menumbuhkan timnya.

💡 Dari materi The New Total Leader karya Prof. J. Meyer yang dibawakan oleh Coach Dr. Fahmi, kami belajar bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari personal productivity, berkembang menjadi team productivity, dan akhirnya berbuah pada strategic & motivational leadership.

👥 Sistem pembelajaran GBC hari ini juga luar biasa interaktif.
Kami diuji bukan hanya lewat teori, tapi juga lewat peran sebagai: 1️⃣ Promotor – pemberi masukan positif
2️⃣ Validator – pemeriksa kelengkapan
3️⃣ Examinator – penguji pemahaman
4️⃣ Alarmist – penyanggah kritis
5️⃣ Devil’s Advocate – pencari kesalahan untuk penyempurnaan

🧠 Kutipan yang paling mengena hari ini:

> “Great leaders speak about the future with such clarity, it is as if they are talking about the past.”
— Simon Sinek

Kepemimpinan bukan tentang jabatan, tapi tentang kejelasan arah, ketegasan nilai, dan keberanian bertindak.


fahmi

Hari ke-4 GBC – 10 Oktober 2025Bisnis hebat bukan hanya tentang produk yang bagus, tapi tentang sistem yang kuat dan min...
10/10/2025

Hari ke-4 GBC – 10 Oktober 2025

Bisnis hebat bukan hanya tentang produk yang bagus, tapi tentang sistem yang kuat dan mindset yang benar."

Hari ini kami belajar langsung dari Coach Dr. Fahmi tentang 4 framework penting:
✅ 5S — Lingkungan, Pemasok, Sistem, Keterampilan, dan Keselamatan.
✅ Problem Solving — Bagaimana menghadapi masalah dengan data dan solusi sistematis.
✅ 8P Marketing — Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Productivity & Quality.
✅ 6M Management — Machine, Method, Material, Manpower, Measurement, dan Milieu.

Semua ini mengingatkan kami di PT Adirahma Harapan Jaya bahwa bisnis GRC bukan sekadar produksi — tapi tentang membangun sistem kerja yang rapi, aman, dan bernilai tinggi bagi pelanggan.

💡 Masalah bukan untuk dihindari, tapi untuk diselesaikan dengan sistem yang kuat dan tim yang terlatih.


fahmi

📅 Posting Hari ke-3 — Insight BisnisHari ke-3 | Beyond SWOT 🚀Banyak bisnis berhenti di analisis SWOT — padahal itu baru ...
09/10/2025

📅 Posting Hari ke-3 — Insight Bisnis

Hari ke-3 | Beyond SWOT 🚀

Banyak bisnis berhenti di analisis SWOT — padahal itu baru gerbang pertama.
Kalau ingin tumbuh lebih cepat, kita perlu alat lain untuk melihat bisnis dari berbagai sisi.

💡 5 alat yang membuka cara pandang baru:
1️⃣ PESTEL – mengenali pengaruh politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum.
2️⃣ Porter’s Five Forces – mengukur kekuatan industri dan siapa kompetitor nyata.
3️⃣ TOWS Matrix – menyusun strategi dari hasil SWOT, bukan sekadar menganalisis.
4️⃣ Business Model Canvas – memetakan cara bisnis menciptakan nilai.
5️⃣ VRIO – memastikan keunggulan internal benar-benar sulit ditiru.

Bisnis yang tahan lama bukan hanya kuat di dalam, tapi juga adaptif terhadap dunia luar.
Kadang bukan yang paling besar yang menang, tapi yang paling cepat membaca arah perubahan. 🌬️📈

---


fahmi

Berikut versi lengkap postingan hari kedua (8 Oktober 2025) yang sudah disesuaikan dengan konteks bisnis PT Adirahma Har...
08/10/2025

Berikut versi lengkap postingan hari kedua (8 Oktober 2025) yang sudah disesuaikan dengan konteks bisnis PT Adirahma Harapan Jaya dan menambahkan hashtag industri GRC (krawangan, lisplang, kubah):

📅 Hari Kedua – 8 Oktober 2025
🎯

Hari ini saya belajar tiga hal penting yang akan jadi fondasi pertumbuhan bisnis kami ke depan.

💡 1. Seven Strata
Setiap bisnis harus punya DNA kompetitif dan diferensiasi brand yang jelas. Kami di Adirahma tidak hanya menjual produk GRC, tapi menghadirkan solusi arsitektur yang fleksibel, indah, dan bernilai jangka panjang.

💪 2. Strong Mindset (Stockdale Paradox)
Pelajaran penting dari kisah Stockdale:

“Jangan pernah kehilangan keyakinan bahwa kita akan menang pada akhirnya, tapi tetap hadapi kenyataan paling keras hari ini.”
Mental inilah yang kami bawa dalam menghadapi tantangan bisnis — dari harga material, persaingan, hingga perubahan pasar.

📊 3. OKR Framework (Measure What Matters)
Sukses bukan hanya soal kerja keras, tapi soal arah yang jelas dan tindakan yang terukur.
Kami mulai menerapkan OKR agar setiap tim tahu:
🎯 Objective: Tujuan besar perusahaan
📈 Key Results: Hasil yang bisa diukur
⚙️ Initiatives: Langkah nyata untuk mencapainya

🔥 Insight hari ini:

“Faith tanpa disiplin hanya mimpi. Disiplin tanpa faith hanya kerja keras tanpa arah. Kombinasinya menciptakan hasil luar biasa.”


fahmi

19/05/2025

20, ide, rahasia, tips, daftar, harga, cara, tutorial, rumah, estetik, indah, cantik

26/10/2024

Ya, dalam Paradoks Sukses, ada situasi di mana seseorang yang terlalu fokus mengejar kesuksesan justru berakhir tidak mencapainya atau bahkan kehilangan apa yang dimiliki. Ini terjadi karena ketika kesuksesan menjadi satu-satunya tujuan, seseorang mungkin mengabaikan aspek-aspek penting lainnya, seperti kualitas, integritas, keseimbangan hidup, atau hubungan dengan orang lain—hal-hal yang sebenarnya mendukung kesuksesan jangka panjang.

Mengapa Ini Terjadi?

1. Terlalu Terobsesi dengan Hasil Akhir: Ketika seseorang hanya fokus pada hasil akhir (misalnya, keuntungan, jabatan tinggi, atau pengakuan), ia cenderung lupa menikmati prosesnya atau mengembangkan keahlian dan relasi yang sebenarnya dapat mendukung kesuksesan itu sendiri. Akibatnya, mereka menjadi mudah kecewa atau menyerah ketika ada tantangan atau kegagalan.

2. Mengorbankan Kesehatan dan Hubungan: Banyak orang yang mengejar kesuksesan begitu keras hingga mengorbankan kesehatan fisik dan mental mereka, serta hubungan dengan keluarga dan teman. Ketika kesehatan dan dukungan sosial ini hilang, mereka sering kali kehilangan fondasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan atau bahkan mencapai kesuksesan.

3. Kehilangan Fokus pada Nilai atau Kualitas: Ketika tujuan utamanya adalah sukses, sering kali seseorang bisa lupa pada kualitas, etika, atau nilai-nilai yang membuat karyanya berharga bagi orang lain. Ini bisa merusak reputasi mereka atau menghasilkan pekerjaan yang tidak memuaskan, yang pada akhirnya membuat mereka gagal mencapai tujuan.

Contoh Kasus dalam Paradoks Sukses:

Pengusaha yang Mengejar Keuntungan Semata: Seorang pengusaha mungkin terlalu fokus mengejar keuntungan dengan cepat. Ia mengambil jalan pintas, seperti memotong kualitas produk atau layanan, demi meraih laba besar dalam waktu singkat. Alih-alih sukses, hal ini justru membuat reputasi bisnisnya turun dan kehilangan kepercayaan pelanggan, sehingga bisnisnya akhirnya gagal.

Karyawan yang Hanya Fokus pada Promosi: Seorang karyawan yang bekerja hanya untuk promosi dan status mungkin tidak peduli pada kolaborasi tim atau kualitas kerjanya. Hal ini bisa membuat rekan kerja tidak mendukung atau bahkan menolak bekerja sama dengannya, yang pada akhirnya memperlambat atau menghentikan kariernya.

Dengan demikian, Paradoks Sukses mengingatkan bahwa mengejar kesuksesan secara berlebihan tanpa memperhatikan proses, kualitas, dan nilai sering kali justru menjauhkan seseorang dari kesuksesan itu sendiri.

18/05/2024

Produsen krawangan
18/05/2024

Produsen krawangan

Address

South Jakarta
12660

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Grc Krawangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share