12/10/2026
Sebelum menikah, barangkali kita tak menyangka bahwa kehidupan pernikahan tak seindah cerita di dalam novel cinta. Cucian baju kotor, piring dan gelas yg harus dicuci, tumpukan jemuran, lantai berantakan, anak yg tantrum, suami yg sembarangan menempatkan barang dan lain sebagainya yg membuat emosi sering meledak-ledak tak karuan.
Barangkali ada kalanya terbersit dalam pikiran utk membandingkan; ‘mudah bgt ya kehidupan saat dulu masih gadis.’ Pergi ke kajian manapun tinggal buka pintu, saat ngantuk bisa tidur kapan saja atau saat mau refreshing bisa bertemu teman ses**a hati.
Lalu mulut kita dipenuhi keluhan dan hati kita dilanda penyesalan…
Yaa Rabb…
Namun, cobalah renungi sebentar…
Lihat kembali segalanya dgn hati…
Kemudian istighfari banyak-banyak dalam lisan…
Setelah menikah, begitu banyak peluang amal shalih yg Allah tambahkan utk kita. Alangkah bersyukurnya kita, karena ladang akhirat terhampar seluas-luasnya, bahkan saat kita tak sempat keluar dari pintu rumah seharian karena dihujani berbagai macam kesibukan, masyaAllah…
Sungguh, menjadi sibuk dalam kebaikan adalah kesyukuran. Karena para ulama terdahulu sampai berdo’a, “Ya Allah, sibukkanlah kami dalam ketaatan hingga kami tak sempat lg mengerjakan kemaksiatan..”
Maka beruntunglah para wanita yg bahkan seringkali tak sempat selonjoran, karena begitu banyak amal yg dikerjakannya seharian…
Beruntunglah utk para istri yg dgn sabarnya senantiasa menemani dan mendoakan suaminya hingga ridha Allah menaungi…
Beruntunglah wahai para ibu… Karena keletihanmu mengurus anak-anakmu membuat pintu syurga semakin mudah terbuka…
Niatkan segalanya karena Allah. Nikmati dan sambut amal-amal kebaikan itu dgn s**a cita agar tak ada amalan yg sia-sia… Semoga Allah membalasnya dgn pahala dan Allah mudahkan untukmu masuk syurga dari pintu mana saja… 🤍
# # #