28/12/2013
INILAH BEBERAPA ALASAN KAMI DI BISNIS INI
1. Saya tidak mau bekerja untuk uang. Daripada
saya bekerja memperkaya bos, mengapa saya
tidak menjadi bos yang tentunya bisa
memperkaya diri saya sendiri? Memiliki bisnis
sendiri pasti lebih baik daripada jadi pegawai.
2. Saya tidak s**a disuruh-suruh, walaupun
dibayar. Harga diri saya terlalu mahal untuk
dijual, dan saya tidak mau jual diri demi uang.
3. Saya belajar banyak tentang hubungan
manusia di bisnis DUTA, dan ini tidak pernah
diajarkan di sekolah.
4. Saya belajar benar-benar berbisnis dan
menghasilkan uang, bukan teori demi teori
saja.
5. Saya bisa belajar memimpin, dan orang-
orang yang saya pimpin meliputi orang
kalangan bawah sampai orang kalangan atas. Di
mana lagi bisa didapatkan kenikmatan ini???
Kapan lagi bisa bicara di depan 1,500 orang
seperti yang pernah saya alami???
6. Saya menjadi penerjemah membantu
chairman perusahaan DUTA saya tanpa dibayar,
dan saya senang sekali karenanya. Saya bisa
memperlakukan dia sebagai rekan sederajat,
bukan sebagai atasan. Saya tidak perlu takut
bercanda ria atau menggodanya, karena saya
bukan pegawainya. Saya pun tidak takut
dimarahi kalau salah, karena dia toh tidak
menggaji saya. Alasan yang sama juga saya
pakai ketika saya membantu tim support system
saya tanpa dibayar.
7. Kalau mau menikah dalam 3 tahun (sejak
pertama kali berbisnis DUTA), dimulai dari nol
(tanpa memiliki apa-apa), harus beli mobil,
rumah, pesta, honeymoon, mana bisa kalau jadi
pegawai???
8. Saya bisa berpacaran dengan rekan kerja
saya, dan bekerja sama saling menyemangati
selama menjalankan bisnis. Kalau di perusahaan
konvensional, pacaran dengan rekan sekerja
sudah tidak disarankan, apalagi menikah (salah
satu harus keluar). Di sini, saya bisa menikah
dengan rekan kerja saya, dan bisnis saya tetap
tumbuh makin besar, hubungan pun makin
lengket (karena kumpul lebih dari 8 jam setiap
hari, dibandingkan dengan orang lain yang
hanya kumpul waktu weekend atau hanya
beberapa jam setiap hari).
9. Saya bisa mengalahkan orang yang mengajak
saya , baik dari segi pendapatan, peringkat
maupun omzet. Di tempat lain, bawahan pasti
selalu kalah dengan atasan (skema piramid).
10. Saya bisa kaya dengan membantu upline
saya lebih kaya, karena upline saya juga
membantu saya agar bisa kaya. Di perusahaan
biasa, pegawai hanya memperkaya bos tanpa
punya kesempatan dirinya sendiri bisa kaya.
Sejarah menunjukkan: pegawai tidak pernah
kaya. Orang terkaya selalu bukan pegawai
(selalu kaya dari saham). Pegawai termahal
tidak seorang pun yang masuk daftar orang
terkaya, berapa pun gajinya, dan semua
tunjangan hilang ketika pensiun (kalau pun ada,
minimal jumlahnya).
siapa bilang jadi pegawai itu menyenangkan?
SENGSARA BROW...!!!