28/12/2020
Bagi sebagian orang, membakar sampah dipercaya sebagai cara yang efektif untuk membunuh nyamuk.
Namun kenyataannya tidak seperti itu.
Dikutip dari lifestyle.okezone.com – Membakar sampah, menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr HM Subuh, MPPM, tidak efektif mengusir nyamuk. Bahkan, kegiatan ini malah menimbulkan risiko lain, seperti mengganggu saluran pernapasan.
Membakar sampah dapat melepaskan bahan-bahan berbahaya seperti karbonmonoksida, formaldehida, arsenik, dioksin dan furan.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi pembakaran sampah memiliki risiko paling tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat bahan-bahan tersebut.
Gangguan kesehatan dapat terjadi pada saat manusia menghirup asap hasil pembakaran atau mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi abu dan asap.
Gangguan ini bisa mulai dari yang sederhana, seperti batuk, mata merah atau berair, hidung terasa perih seperti terbakar, mual, dan sakit kepala.
Pada penderita asma, asap ini juga bisa memicu terjadinya serangan asma.
Sementara pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru, asap pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan yang lebih berat.
Selain risiko kesehatan, membakar sampah juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.