02/05/2026
Program Sekolah Rakyat mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu siswa pada tahun 2026.
Harga per pasang dipatok sekitar Rp700 ribu melalui skema e-purchasing.
Angka ini menjadi sorotan publik karena:
• Harga sepatu dinilai jauh di atas pasaran (Rp80 ribu – Rp300 ribu)
• Tidak adanya rincian spesifikasi teknis dalam dokumen pengadaan
• Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah
Hal ini memunculkan pertanyaan terkait efisiensi dan transparansi penggunaan APBN.
“Pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa. Penganggaran di Sekolah Rakyat itu untuk kebutuhan siswa, seperti makan, minum, seragam, termasuk sepatu.
Untuk harga, itu masih alokasi awal. Nanti ada proses lelang, bisa jadi lebih murah. Kami tegaskan pengadaan harus diawasi dan tidak boleh ada penyimpangan,” ujar Saifullah Yusuf.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi anggaran negara.
Beberapa poin penting:
• Anggaran besar harus disertai rincian spesifikasi yang jelas
• Perbedaan harga yang signifikan perlu penjelasan terbuka
• Proses pengadaan harus diawasi ketat oleh lembaga dan masyarakat
• Transparansi mencegah potensi pemborosan dan penyimpangan
Anggaran negara harus terbuka dan akuntabel agar dapat disisir, dikritisi, dan diawasi demi kepentingan publik.